Sains

Voyager 1 NASA Akhirnya Menghubungi Bumi

Voyager 1 NASA Akhirnya Menghubungi Bumi Setelah 35 Tahun Menjelajah Luar Angkasa

Voyager 1, wahana antarbintang yang dioperasikan oleh NASA, telah kembali berkomunikasi dengan pengendali di Bumi dengan cara yang dapat dipahami. Pada hari Sabtu lalu, Voyager 1 memberikan pembaruan tentang kesehatannya kepada pengendali darat untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir. Meskipun belum berhasil mengirimkan data ilmiah yang valid, wahana antarbintang ini kini memberikan informasi yang bermanfaat mengenai status kesehatan dan operasional sistem rekayasa di dalamnya.

Setelah tiga puluh lima tahun berlalu sejak diluncurkan pada tahun 1977, Voyager 1 menjadi wahana buatan manusia pertama yang meninggalkan batas tata surya dan memasuki wilayah antarbintang. Saudara kandungnya, Voyager 2, menyusul enam tahun kemudian pada tahun 2018 dan masih terus beroperasi serta berkomunikasi dengan Bumi.

Kedua wahana antarbintang tersebut masih menjadi satu-satunya pencapaian manusia dalam menjelajahi ruang di luar pengaruh langsung Matahari. Namun, pada 14 November 2023, setelah menjelajahi ruang antarbintang selama 11 tahun dan berjarak 15 miliar mil (24 miliar kilometer) dari Bumi, Voyager 1 tiba-tiba gagal untuk mengirimkan kode biner yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan tim penerbangannya di NASA.

Pada bulan Maret, tim operasional Voyager 1 NASA mencoba mengirimkan “poke” digital ke wahana antarbintang tersebut, meminta subsistem data penerbangan (FDS) untuk mengirimkan pembacaan memori penuh kembali ke Bumi.

Analisis memori ini kemudian mengungkapkan bahwa “kesalahan” yang terjadi disebabkan oleh kerusakan pada satu chip yang menyumbang sekitar 3% dari keseluruhan memori FDS. Kehilangan kode ini membuat data ilmiah dan teknis yang dikirim oleh Voyager 1 menjadi tidak dapat digunakan.

Orang-orang, banyak di antaranya mengenakan kemeja biru serasi, merayakannya di meja konferensi.
Pemandangan gembira saat tim penerbangan Voyager NASA mendengar kabar dari pesawat tersebut untuk pertama kalinya dalam lima bulan. (Kredit gambar: NASA/JPL-Caltech)

Tim NASA tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau mengganti chip yang rusak secara fisik. Namun, mereka memiliki solusi untuk mengatasi masalah ini dengan menempatkan kode yang terkena dampak dari jarak jauh ke lokasi lain di memori FDS. Meskipun tidak ada bagian memori tunggal yang cukup besar untuk menyimpan seluruh kode, tim dapat memecahnya menjadi beberapa bagian dan menyimpannya secara terpisah. Proses ini melibatkan penyesuaian bagian penyimpanan yang relevan untuk memastikan bahwa penambahan kode yang rusak tidak mengganggu operasi normal area tersebut. Selain itu, staf NASA harus memperbarui setiap referensi ke lokasi kode yang rusak.

Pada 18 April 2024, tim mulai mengirimkan kode ke lokasi baru di memori FDS. Proses ini memakan waktu yang cukup lama karena sinyal radio memerlukan 22,5 jam untuk perjalanan pulang-pergi antara Bumi dan Voyager 1.

Namun, pada Sabtu, 20 April, tim berhasil mengonfirmasi keberhasilan modifikasi tersebut. Untuk pertama kalinya dalam lima bulan, para ilmuwan dapat berkomunikasi dengan Voyager 1 dan memeriksa status kesehatannya. Selama beberapa minggu mendatang, tim akan berusaha menyesuaikan perangkat lunak FDS lainnya dan berupaya memulihkan fungsi sistem yang bertugas mengumpulkan dan mengirimkan data sains penting dari wilayah luar tata surya.

Sumber Referensi Berita dan Sumber Gambar di: www.space.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button