News

Pengkhotbah Kebencian dari 3 Negara Dilarang Masuk Inggris

Pengkhotbah Kebencian dari Pakistan, Afganistan dan Indonesia Dilarang Masuk Inggris

Pemerintah Inggris telah mengumumkan rencana baru untuk menghalangi para pengkhotbah kebencian yang berasal dari negara-negara dengan pandangan Islam ekstremis seperti Pakistan, Afghanistan, dan Indonesia, dari memasuki wilayah Inggris. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas ekstremis yang dapat mengancam nilai-nilai demokrasi dan multi-agama negara tersebut.

Menurut laporan media Inggris, langkah ini diumumkan setelah Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, memberikan pernyataan tegas dari 10 Downing Street, menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi nilai-nilai yang mendasari masyarakat Inggris.

Pengkhotbah Kebencian Dari Pakistan, Afghanistan, Indonesia Akan Diblokir Masuk Inggris: Laporkan
Pengkhotbah Kebencian Dari Pakistan, Afghanistan, Indonesia Akan Diblokir Masuk Inggris

Dalam pidatonya, Sunak menekankan pentingnya tindakan pencegahan terhadap individu yang berpotensi merusak nilai-nilai tersebut. “Kami juga akan bertindak untuk mencegah orang-orang memasuki negara ini dengan tujuan merusak nilai-nilai negara ini,” kata Sunak.

Selain itu, Menteri Dalam Negeri telah menginstruksikan bahwa individu yang telah diberi visa untuk tinggal di Inggris dan kemudian terlibat dalam penyebaran kebencian atau upaya intimidasi akan dicabut hak tinggalnya.

Langkah-langkah ini juga datang sebagai tanggapan atas aksi protes terkait konflik Israel-Hamas, yang melihat adanya gelombang demonstrasi pro-Palestina di seluruh Inggris. Walau banyak demonstrasi tersebut bersifat damai, beberapa di antaranya mengalami pelanggaran ketertiban, dengan polisi melakukan beberapa penangkapan.

Sebuah laporan resmi oleh Lord Walney, penasihat independen pemerintah mengenai kekerasan dan gangguan politik, menyoroti pentingnya mengatasi ancaman yang berasal dari kelompok-kelompok ekstremis yang terlibat dalam demonstrasi tersebut. Walney menekankan perlunya mengatasi ancaman dari kelompok sayap kiri yang anti-demokrasi, selain dari kelompok ekstremis Islam dan sayap kanan.

Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan bahwa ekstremisme tidak akan ditoleransi dalam masyarakat, dan tindakan keras akan diambil terhadap mereka yang melakukan tindakan kekerasan, kebencian, atau upaya mengganggu ketertiban. Mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap polisi dalam mengatasi ekstremisme dan kejahatan rasial.

Sumber Referensi Berita dan Gambar di: www.ndtv.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button