World

Mars Kuno: ESA Menemukan Kawah Tak Dikenal yang Ditinggalkan oleh Dampak dari Batuan Luar Angkasa Miliaran Tahun Yang Lalu

Mars telah menjadi subjek perbatasan berikutnya umat manusia dalam hal eksplorasi ruang angkasa dan perjalanan ruang angkasa dalam beberapa dekade terakhir.

Para astronom dan penggemar luar angkasa telah lebih fokus pada Mars daripada planet lain di tata surya kita, dengan harapan menemukan tanda-tanda kehidupan dan lebih memahami sejarah alam semesta.

Program Eksplorasi Mars

Selama hampir 30 tahun, National Aeronautics and Space Administration (NASA) telah menjelajahi Mars dan bahkan mengirim rover di bawah Program Eksplorasi Mars.

Ini untuk mempelajari fitur geologis dan iklim Planet Merah.

Ia menemukan bukti bahwa dulunya menyerupai lingkungan yang mirip dengan Bumi, karena keberadaan air dan atmosfer yang sekarang menipis yang mungkin dapat menopang kehidupan.

Mars mengandung tanda-tanda dari sisa-sisa masa lalu karena juga rentan terhadap dampak dari asteroid, meteoroid, atau komet selama miliaran tahun.

Faktanya, Badan Antariksa Eropa (ESA) baru-baru ini menemukan bekas kawah dari dampak objek luar angkasa kuno di planet yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Penemuan bekas kawah yang tidak diketahui dari dampak prasejarah dapat lebih membantu para astronom memahami sejarah Mars, dalam hal posisinya sejak pembentukan Matahari dan planet-planet tetangga kita lainnya 4,6 miliar tahun yang lalu.

Kawah Tidak Diketahui

Aonia Terra

(Foto : Penulis foto DLR German Aerospace Center)

Sebelum penemuannya, sebuah kawah besar di wilayah Aonia Terra di Mars tidak diketahui sampai ESA menangkap gambar lubang tersebut pada 25 April melalui misi eksplorasi ruang angkasa Mars Express.

Kawah ini memiliki lebar 30 kilometer, terletak di belahan bumi selatan planet ini.

Gambar baru mengarah ke banyak teori tentang asal mula pembentukan cekungan berbentuk seperti mata.

Selain potensi dampak asteroid, ESA menduga bahwa wilayah tersebut pernah menjadi lanskap yang terdiri dari saluran yang membawa air di permukaan Mars sekitar 3,5 hingga 4 miliar tahun yang lalu.

Meskipun ada kawah lain di planet ini, lubang yang dimaksud dapat ditemukan di daerah Tantalus Fossae di mana sekelompok lembah panjang yang disebut “graben” berada.

Daerah ini terletak di sisi timur Alba Patera di mana tumbukan patahan menyebabkan batu pecah, menurut NASA.

Baca juga: Kawah Mars Baru Terlihat di Mars (VIDEO)

Mars kuno

Komunitas luar angkasa masih menentukan apakah Mars pernah menampung kehidupan purba dan lingkungan yang kondusif bagi organisme.

Penjelajah Ketekunan NASA adalah salah satu dari banyak manifestasi teknologi luar angkasa yang saat ini menilai apakah Planet Merah dapat menopang kehidupan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari 2017, seperti dikutip Space.com.

Teori penelitian menunjukkan bahwa Mars mungkin berisi lautan di belahan bumi utara planet ini.

Ini merupakan tambahan dari bukti geologis selama beberapa dekade bahwa Mars pernah ditutupi dengan danau, kolam, sungai, dan aliran air.

Para ilmuwan mendalilkan bahwa planet ini memiliki tingkat air cair yang substansial di permukaannya, menurut Scientific American, yang juga menyebutkan pesawat ruang angkasa MAVEN NASA, yang mengorbit Mars bahwa penipisan air terjadi karena hilangnya atmosfer.

Artikel Terkait: Tanda-tanda Interaksi Air Berkelanjutan Ditemukan di Kawah Jezero Mars

© 2022 NatureWorldNews.com Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak tanpa izin.

Artikel ini pertama tayang di situs www.natureworldnews.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button