World

Suaka Pari Manta Raksasa


Berenang pari manta

Pari manta raksasa (Mobula birostris) di perairan Taman Nasional Komodo.

Nick Longfellow

Gikan pari manta (Mobula birostris) adalah beberapa ikan paling ikonik di lautan. Sirip dada mereka, yang sangat mirip sayap saat mereka berenang, dapat mencapai sembilan meter dari ujung ke ujung. Raksasa lembut ini memiliki sedikit pemangsa alami, tetapi penangkapan ikan yang berlebihan telah membuat spesies ini masuk dalam daftar spesies terancam punah oleh International Union for Conversation of Nature (IUCN). Betina membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun untuk menjadi dewasa secara seksual dan kemudian hanya berkembang biak setiap beberapa tahun, menghasilkan satu anak dalam satu waktu, sehingga pemulihan populasi cukup lambat. Untuk melindungi spesies dengan lebih baik, para ilmuwan perlu mengetahui lebih banyak tentang perilaku mereka, data yang mungkin sulit dikumpulkan mengingat jarak yang sangat jauh yang dilalui ikan secara teratur.

Lihat “Populasi Pari Manta Memiliki Struktur Sosial yang Kompleks”

Sebuah studi yang diterbitkan minggu ini di rekanJ mengungkapkan bahwa perairan Taman Nasional Komodo di lepas pantai Indonesia—tempat penangkapan ikan pari manta secara ilegal sejak 2013—adalah rumah bagi kumpulan besar pari manta ini. Para peneliti mampu mengidentifikasi lebih dari 1.000 individu berkat foto-foto menyelam dari para ilmuwan dan juga wisatawan. Pola di bagian bawah pari manta sangat berbeda seperti sidik jari, memungkinkan para ilmuwan menyisir ribuan gambar seperti itu dan mendapatkan lebih banyak informasi tentang gerakan dan perilaku setiap pari. Mereka mampu mengidentifikasi lokasi umum untuk makan dan kawin, yang dapat menginformasikan pedoman untuk lebih melindungi mereka dari dampak manusia.

Artikel ini pertama kali tayang di situs www.the-scientist.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button